SEMINAR PENDIDIKAN DALAM RANGKA HUT PGRI KE- 72

Sabtu, 16 Desember 2017 yang lalu SDN Pejaten Timur 01 Pagi mendapat undangan dari PGRI Kota Adminstrasi Jakarta Barat untuk mengikuti kegiatan seminar pendidikan dalam rangka HUT PGRI ke-72 yang di laksanakan di Gedung Prasada Jinarakhita, Budhhist Institut, Jl. Kembangan Raya Blok JJ Puri Indah, Kembangan Selatan,Jakarta Barat 11610. Perwakilan dari SDN Pejaten Timur 01 pagi yaitu Kepala SDN Pejaten Timur 01 Pagi Ibu haji Nurseha, S.Pd. dan Bapak Walan Yudiani.
Pada kesempatan sambutannya pada acara tersebut Bapak Drs. H. Samlawi, M.M. selaku Ketua PGRI Kota Administrasi Jakarta barat yang juga Kepala Sudin Pendidikan Kota Administrasi Jakarta Selatan 2 mengatakan bahwa kegiatan ini selain memperingati HUT PGRI ke- 27 juga sebagai wadah silaturahmi antara anggota PGRI Kota Administrasi Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, menambah wawasan bagi guru dalam menghadapi isu global dalam dunia pendidikan, mengubah mindset guru yang pada saat ini masih menggunakan pembelajaran kllasikal dengan metode dan mengajar yang tidak relevan dengan zaman sekarang dan terakhir tambahnya membekali guru dalam merencanakan proses pembelajaran pada generasi milineal.
Sementara itu Bapak Wahjono sebagai Ketua Panitia Pelaksana dalam laporannya; bahwa kegiatan ini murni menggunakan dana swadaya dan peserta yang mengikuti hampir seribu orang yang hadir dalam pelaksanaan acara tersebut yang terdiri dari anggota PGRI Kota Administrasi Jakarta Barat dan Selatan begitu laporan tertulisnya . Dan satu hal lagi tambahnya kegiatan ini kerja sama dengan beberapa perusahaan seperti PT Compro Kotak Inovasi, PT Lentera Consulting dan FIFGROUP. Kemudian susunan acara ini didesain dengan menarik sesuai tema kegiatan yaitu : " Mendidik dan Melayani Generasi Milineal dengan Hati".
Untuk memulai acara kegiatan ini diawali dengan beberapa sambutan-sambutan diantaranya sambutan yang terpenting adalah sambutan dari Ketua PGRI Provinsi DKI Jakarta yaitu Bapak Prof. Suradika yang juga sekaligus Kepala BKD, isi sambutannya berkisar kesejahteraan guru terutama guru swasta katanya beliau menyampaikan bahwa semua guru swasta yang terdaftar pada data dapodik mulai dari Paud, TK, SD, SMP dan SMK mendapat Kesra dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PGRI Provinsi DKI Jakarta Sekitar Rp. 500.000,- /bulan. Alhamdulillah, berita yang menggembirakan bagi guru-guru swasta, ini adalah sebagai bukti bahwa keberadaan guru-guru swasta diakui dan diperhatikan, lalu dalam sambutan lagi terkait tema seminar beliau memberikan paparan yang gamblang dan logis tentang kriteria Generasi Milineal. Yaitu, tidak terlepas dari gadget, tidak percaya dengan iklan tapi lebih pada konten, sangat peduli dengan kesehatan dan lebih mementingkan penampilan, sangat jarang menonton TV, lebih pada Cash Plus (belanja online,E-money) lalu menyoroti perihal dalam pembinaan dan pendidikan siswa Bapak Prof. Suradika memberi saran diantaranya ialah dilarang mem-bully dan memberi hukuman siswa di depan umum.
Selanjutnya acara berikutnya adalah presentasi dari para penyaji seminar. Yang pertama; Ibu Elly Susanti, CEO PT Compro Kotak Inovasi, lebih menekankan pada penggunaan Mobile Apps Revolution dalam menyambut generasi milineal yang memerlukan pelayanan lebih instan dan cepat terutama pada info terkait dari berita-berita sekolah yang lebih akurat dan terpercaya. Sementara pada sesi II di paparkan oleh Cytania Irawan, CEO PT Lentera Consulting berkutat pada masalah bagaimana membina dan mendidik pada generai milineal dengan terlebih dahulu memaparkan beberapa generasi-generasi sebelum generasi milineal seperti Baby Boomers (1944-1964), Generation X (1965-1980), Generation Y (1980-2000) dengan beberapa ciri-ciri dari aspek nilai kehidupan, cara bekerja, komunikasi hingga pada gaya hidup sehingga pada suatu kesimpulan akhir bahwa perbedaan generasi dapat mempengaruhi proses belajar mengajar baik cara komunikasi, proses belajar, sumber informasi, etika & tata cara serta ketahanan. Demikanlah laporan mengenai kegiatan seminar pendidikan. Semoga bermanfaat. (Koresponden W.S. Diyan)
Pada kesempatan sambutannya pada acara tersebut Bapak Drs. H. Samlawi, M.M. selaku Ketua PGRI Kota Administrasi Jakarta barat yang juga Kepala Sudin Pendidikan Kota Administrasi Jakarta Selatan 2 mengatakan bahwa kegiatan ini selain memperingati HUT PGRI ke- 27 juga sebagai wadah silaturahmi antara anggota PGRI Kota Administrasi Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, menambah wawasan bagi guru dalam menghadapi isu global dalam dunia pendidikan, mengubah mindset guru yang pada saat ini masih menggunakan pembelajaran kllasikal dengan metode dan mengajar yang tidak relevan dengan zaman sekarang dan terakhir tambahnya membekali guru dalam merencanakan proses pembelajaran pada generasi milineal.
Gambar 1. Sambutan Bapak Drs. H. Samlawi, M.M
Sementara itu Bapak Wahjono sebagai Ketua Panitia Pelaksana dalam laporannya; bahwa kegiatan ini murni menggunakan dana swadaya dan peserta yang mengikuti hampir seribu orang yang hadir dalam pelaksanaan acara tersebut yang terdiri dari anggota PGRI Kota Administrasi Jakarta Barat dan Selatan begitu laporan tertulisnya . Dan satu hal lagi tambahnya kegiatan ini kerja sama dengan beberapa perusahaan seperti PT Compro Kotak Inovasi, PT Lentera Consulting dan FIFGROUP. Kemudian susunan acara ini didesain dengan menarik sesuai tema kegiatan yaitu : " Mendidik dan Melayani Generasi Milineal dengan Hati".
Untuk memulai acara kegiatan ini diawali dengan beberapa sambutan-sambutan diantaranya sambutan yang terpenting adalah sambutan dari Ketua PGRI Provinsi DKI Jakarta yaitu Bapak Prof. Suradika yang juga sekaligus Kepala BKD, isi sambutannya berkisar kesejahteraan guru terutama guru swasta katanya beliau menyampaikan bahwa semua guru swasta yang terdaftar pada data dapodik mulai dari Paud, TK, SD, SMP dan SMK mendapat Kesra dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PGRI Provinsi DKI Jakarta Sekitar Rp. 500.000,- /bulan. Alhamdulillah, berita yang menggembirakan bagi guru-guru swasta, ini adalah sebagai bukti bahwa keberadaan guru-guru swasta diakui dan diperhatikan, lalu dalam sambutan lagi terkait tema seminar beliau memberikan paparan yang gamblang dan logis tentang kriteria Generasi Milineal. Yaitu, tidak terlepas dari gadget, tidak percaya dengan iklan tapi lebih pada konten, sangat peduli dengan kesehatan dan lebih mementingkan penampilan, sangat jarang menonton TV, lebih pada Cash Plus (belanja online,E-money) lalu menyoroti perihal dalam pembinaan dan pendidikan siswa Bapak Prof. Suradika memberi saran diantaranya ialah dilarang mem-bully dan memberi hukuman siswa di depan umum.
Gambar 2. Sambutan Bapak Prof. Suradika
Selanjutnya acara berikutnya adalah presentasi dari para penyaji seminar. Yang pertama; Ibu Elly Susanti, CEO PT Compro Kotak Inovasi, lebih menekankan pada penggunaan Mobile Apps Revolution dalam menyambut generasi milineal yang memerlukan pelayanan lebih instan dan cepat terutama pada info terkait dari berita-berita sekolah yang lebih akurat dan terpercaya. Sementara pada sesi II di paparkan oleh Cytania Irawan, CEO PT Lentera Consulting berkutat pada masalah bagaimana membina dan mendidik pada generai milineal dengan terlebih dahulu memaparkan beberapa generasi-generasi sebelum generasi milineal seperti Baby Boomers (1944-1964), Generation X (1965-1980), Generation Y (1980-2000) dengan beberapa ciri-ciri dari aspek nilai kehidupan, cara bekerja, komunikasi hingga pada gaya hidup sehingga pada suatu kesimpulan akhir bahwa perbedaan generasi dapat mempengaruhi proses belajar mengajar baik cara komunikasi, proses belajar, sumber informasi, etika & tata cara serta ketahanan. Demikanlah laporan mengenai kegiatan seminar pendidikan. Semoga bermanfaat. (Koresponden W.S. Diyan)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar